Beranda | Artikel
Tiga Alasan Sebaiknya Duduk Ketika Berzikir Setelah Salat Syaikh Shalih al-Ushaimi #NasehatUlama
Kamis, 22 Desember 2022

Hendaknya orang yang salat membaca zikir (setelah salat) ini sambil duduk.
Ibnu Nasrullah berkata,

“Jika dia membacanya setelah berdiri atau sambil berjalan pergi,
nampaknya dia sesuai dengan sunah juga,
karena tidak ada larangan melakukannya.”

Selesai ucapan beliau.
Inilah jawaban terpilih.

Orang yang salat boleh membaca zikir-zikir ini
sambil duduk seusai salam,

tapi jika dia membacanya sambil berdiri
atau saat berjalan pergi, maka dia tetap dianggap melakukan
sunah ini sesuai ketentuannya.

Yang paling sempurna adalah membacanya sambil duduk.
Mengapa?

Mengapa yang paling sempurna adalah membacanya sambil duduk?
Ya?
Baik. Ya?
Apa?
Ya.
Lebih menghadirkan hati.

Alasannya karena tiga hal:
[PERTAMA]
Sesuai dengan riwayat dari Nabi Ṣallallāhu ʿAlaihi wa Sallam
dalam hadisnya bahwa beliau membacanya sambil duduk di tempat salatnya.

[KEDUA]
Ada keutaman berdiam diri di tempat salat,
sebagaimana disebutkan dalam kitab Sahih bahwa para malaikat
berselawat kepadanya selama dia masih di tempat salatnya.

[KETIGA]
Hal itu membuat hati lebih fokus
dan lebih menguatkan kekhusyukannya.
Itu lebih menguatkan kekhusyukannya,
sehingga seseorang berzikir sambil menghadirkan hatinya,

karena zikir yang paling sempurna adalah yang menggabungkan antara hati dan lisan.
Zikir yang paling sempurna adalah yang menggabungkan antara hati dan lisan.

====

يَأْتِي الْمُصَلِّي بِهَذِهِ الْأَذْكَارِ قَاعِدًا

قَالَ ابْنُ نَصْرِ اللهِ

وَلَوْ قَالَهُ بَعْدَ قِيَامِهِ وَفِي ذَهَابِهِ

فَالظَّاهِرُ أَنَّهُ يُصِيبُ السُّنَّةَ أَيْضًا

إِذْ لَا تَحْجِيرَ فِي ذَلِكَ

انْتَهَى كَلَامُهُ

وَهُوَ الْمُخْتَارُ

فَلِلْمُصَلِّي أَنْ يَأْتِيَ بِهَذِهِ الْأَذْكَارِ

قَاعِدًا بَعْدَ سَلَامِهِ

فَإِنْ جَاءَ بِهَا حَالَ قِيَامِهِ

أَوْ وَهُوَ ذَاهِبٌ فَإِنَّهُ يَكُونُ آتِيًا

بِهَذِهِ السُّنَّةِ فِي مَوْضِعِهَا

وَالْأَكْمَلُ إِتْيَانُهُ بِهَا قَاعِدًا

لِمَاذَا؟

لِمَاذَا الْأَكْمَلُ إِتْيَانُهُ بِهَا قَاعِدًا؟

نَعَمْ

طَيِّبٌ؟ أَيْوَهُ

أَيشْ؟

نَعَمْ

أَحْضَرُ لِلْقَلْبِ

وَذَلِكَ لِثَلَاثَةِ أُمُورٍ

أَحَدُهَا مُوَافَقَةُ الْمَنْقُولِ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

فِي قَوْلِهِ أَنَّهُ كَانَ يَقُولُهَا قَاعِدًا فِي مُصَلَّاهُ

وَثَانِيهَا مَا فِيهِ مِنْ فَضِيلَةِ الْبَقَاءِ فِي مَوْضِعِ الصَّلَاةِ

لِمَا جَاءَ فِي الصَّحِيحِ أَنَّ الْمَلَائِكَةَ

تُصَلِّي عَلَيهِ مَا دَامَ فِي مُصَلَّاهُ

وَثَالِثُهَا أَنَّهُ أَجْمَعُ لِلْقَلْبِ

وَأَقْوَى عَلَى حُضُورِهِ

وَأَقْوَى عَلَى حُضُورِهِ

فَيَكُونُ الذَّاكِرُ ذَاكِرًا مَعَ حُضُورِ الْقَلْبِ

وَأَكْمَلُ الذِّكْرِ مَا اجْتَمَعَ فِيهِ الْقَلْبُ وَاللِّسَانُ

وَأَكْمَلُ الذِّكْرِ مَا اجْتَمَعَ فِيهِ الْقَلْبُ وَاللِّسَانُ


Artikel asli: https://nasehat.net/tiga-alasan-sebaiknya-duduk-ketika-berzikir-setelah-salat-syaikh-shalih-al-ushaimi-nasehatulama/